Tinjauan Lokasi dan Waktu
Jika mendengar landscape photography, yang terbayang didalam pikiran kita adalah suatu foto pemandangan yang indah yang tentunya salah satu foto jenis ‘outdoor’ yang diambil tidak didalam studio; sehingga sebelum melakukan perjalanan untuk suatu sesi pengambilan foto landscape ada baiknya kita melakukan penelitian tempat-tempat yang akan dikunjungi. Penelitian (kata umum biasanya ‘survey’) pendahuluan ini perlu dilakukan guna efektifitas dan tujuan yang tepat – apalagi jika tempat tersebut belum pernah kita kunjungi. Saya coba praktekan hal ini, ternyata memang benar-benar ampuh; walaupun tempat nya dekat dan belum kita ketahui.Penelitian lokasi ini, bisa dilakukan dengan beberapa cara antara lain dengan melihat peta yang tersedia, informasi dari beberapa kolega dan media informasi lainnya. Yang paling jitu dan cepat adalah melalui internet, anda bisa menggunakan email untuk bertanya kepada beberapa rekan yang pernah berkunjung ke lokasi tersebut, atau ‘searching’ melalui mesin pencari internet misalnya: google atau yahoo, bahkan dapat juga menggunakan Google Earth
atau Google Map
, yaitu peta bola bumi sehingga dapat melihat cukup detil tempat tersebut, seperti route jalan yang akan ditempuh, sungai atau pantai yang kelihatan dapat menjadi spot pengambilan. Beberapa tempat disekitar Jakarta dan Jawa Barat yang banyak dikunjungi oleh rekan-rekan komunitas fotografer di Indonesia, antara lain: kota tua dan pelabuhan sunda kelapa - Jakarta, daerah Serpong - Tangerang, Ujung Genteng di Sukabumi, pelabuhan Ratu, Jawa Barat dan Ciwidey di Bandung Selatan dan banyak lagi. Dari beberapa pendapat rekan senior fotografer, hanya Pulau Bali lah yang paling komplit, ada pegunungan, pantai, budaya dan tempat – tempat ibadah yang dapat dijadikan sesi ‘hunting’ foto yang menarik. Setelah paham betul, mengenai lokasi rencanakan route perjalanan anda, tentukan titik-titik pemberhentian yang diperkirakan menarik dan baik untuk pengambilan foto landscape; hal ini tidak perlu anda lakukan jika anda ikut bersama dalam acara ‘hunting’ foto bersama komunitas atau kelompok; yang biasanya sudah ada penunjuk atau ketua kelompok yang membimbing. Selang waktu yang tepat untuk bepergian sesi sebaiknya di musim panas. Di Indonesia biasanya dari bulan Maret sampai September. Saat rentang waktu ini, intensitas sinar matahari cukup kuat dan baik ditangkap sensor kamera digital atau film.
Peralatan
- Kamera – bisa berupa kamera digital atau film. Para fotografer professional atau amatir serius seringkali membawa lebih dari satu kamera, kamera utama dan kamera cadangan atau juga kamera rubahan infra merah (Digital Camera Infra Red Converted). Maraknya kamera digital di era teknologi, menyebabkan sudah banyak orang meninggalkan kamera film; dengan harga 5 jutaan sudah bisa menghasilkan foto digital resolusi 10 Megapixel. Yang lazim digunakan oleh para penggemar fotografi landscape adalah jenis kamera DSLR (Digital Single Lens Reflect); dimana lensa nya dapat diganti setiap saat sesuai keperluan. Beberapa kajian (review) untuk kamera digital yang cukup diminati dan berguna adalah situs Digital Photography Review
.
- Lensa – Untuk landscape photography biasanya jenis lensa ‘wide-angle’ yang diperlukan; karena lensa ini mempunyai cakupan luas, baik yang fixed atau yang zoom. Jika fixed, dianjurkan untuk membawa cadangan lensa ukuran normal range (35mm atau 50mm).
- Filter- Filter ND (natural density) atau Gradual ND berfungsi untuk mengurangi intensitas cahaya saat pengambilan gambar – sehingga DOF (Depth of Field) bisa maksimal. Filter Polarizer berguna untuk men’dalam’kan warna, misalnya warna langit dapat menjadi lebih biru, daun lebih hijau; filter ini juga dapat tembus pandang obyek dibawah air. Sedangkan untuk menghasilkan foto landscape Infra Red, Infra Red filter banyak tersedia di pasaran, seperti merek Hoya (R72) dan Cokin (P007), harga filter ini biasanya lebih mahal dari filter-filter jenis lain.
- Tripod – Alat tambahan fotografi ini sangat dianjurkan, karena hampir semua foto landscape yang baik dihasilkan dengan menggunakan tripod. Ingat: foto under exposure atau over exposure masih bisa diperbaiki dengan cara bracketing atau dengan perangkat lunak pengolah foto, tetapi foto yang ‘blur’ sangat sulit dan hamper mustahil diperbaiki.
- Cable release – Alat tambahan ini berfungsi untuk mengurangi jika ada guncangan kecil (micro shake) saat anda menekan shutter, akan sangat bermanfaat jika shutter speed yang rendah.
- Memory Card & Battery Cadangan – Untuk menjaga kehabisan media penyimpanan dan tenaga bagi kamera digital anda selama sesi pengambilan berlangsung; tidak jarang ada fotografer yang harus pulang atau berhenti jepret karena kehabisan dua benda yg ‘kecil tapi penting’ ini.
- Tas Kamera – Jenis back pack banyak disukai untuk perjalanan fotografi landscape dengan berbagai alasan, misalnya mudah membawanya, muat banyak, biasanya tersedia ‘selimut anti hujan’ dan kait tripod.
07.07
ZonaMuel

